Sekilas tentang Bapak Pandu Dunia
LORD BADEN POWELL
Di usia 3 tahun Baden Powell menjadi anak yatim. Dengan dukungan ibundanya ( Ny. Henrietta Grace Smyth ) Baden Powell sewaktu muda dituntut untuk dapat hidup mandiri. Melalui perjalanan panjang dengan himpitan kesulitan pada tahun 1870 Ny. Henrietta, memasukan Baden Powell ke "Charterhouse School".
Berkat kepandaianya Baden Powel mendapat beasiswa, dan menamatkan sekolah di usia 19 tahun. Dengan bantuan pamannya (Kolonel Henry Smyth), ia masuk pendidikan akademi militer, setelah lulus iapun ditugaskan ke negara India, dengan pangkat pembantu Letnan. Baden Powell melakukan tugas terakhirnya di Mafeking, sebuah kota di daerah pedalaman "Afrika Sealatan". Kota inilah yang membuat nama Baden Powell menjadi terkenal dan dianggap pahlawan, oleh karena jasanya dalam memimpin pertahanan kota Mafeking terhadap pengepungan bangsa "Boer" selama kurang lebih 217 hari (13-10-1889 sampai 18-05-1900). karena jasa-jasa tersebut pangkat Baden Powell dinaikkan menjadi Mayor Jenderal. dan Ia mendapat julukan dari "suku-suku primitive" di Afrika sebagai "IMPEESA" yang berarti "Serigala yang tidak pernah tidur".
Pada tahun 1901, Baden Powell kembali ke Inggris dan menuliskan pengalaman-pengalamannya didalam buku Aids to Scouting.Sedangkan pada tahun 1908 Baden Powell menulis buku keduanya yang sangat spektakuler yang berjudul Scouting For Boys.
Baden Powell menikah dengan "Olave St. Clair Soames" atau (Lady Baden Powell) Pada tahun 1912 dikaruniai tiga orang anak : Peter, Heather, Betty Clay
Pada tahun 1920,para pandu sedunia berkumpul di Olimpia, London, Inggris dalam acara Jambore Dunia yang pertama. Pada hari terakhir kegiatan Jambore tersebut, tanggal 6 Agustus 1920, Baden Powell diangkat sebagai "Chief Scouth Of The World" dan dianugerahi gelar "Lord Baden Powell Of Gilwell", dengan julukan Baron oleh Raja George V. dan Baden Powell menghabiskan masa tuanya di "Nyeri, Kenya". Beliau akhirnya, meninggal dunia pada tanggal "8 Januari 1941".
Komentar
Posting Komentar